Dari Booth F&B hingga Panggung Percussion, Siswa Special Harmony School Unjuk Karya di SPEKIX 2026

Jakarta, 19 Oktober 2026 —  Siswa-siswi Special Harmony School (SHS), sekolah dan pusat terapi berbasis pendekatan DIR/Floortime di Kelapa Gading, Jakarta Utara, ikut ambil bagian dalam SPEKIX 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 10-11 Oktober 2026. SPEKIX (Special Kids Expo atau yang kini dikenal sebagai Neurodiversity Expo) adalah pameran edukasi, platform inklusi, dan gerakan nasional yang mendukung keluarga, komunitas, pendidik, serta individu berkebutuhan khusus (IBK) dan neurodiversitas di Indonesia yang diselenggarakan oleh Yayasan SPEKIX Asa Indonesia  . Sebanyak 11 siswa SHS terlibat dalam tiga kegiatan: booth Food & Beverage (F&B), parade inklusif, dan penampilan percussion.

Mengenalkan Karya Siswa Lewat Booth F&B

Di Booth F&B, SHS menghadirkan beragam pilihan menu, mulai dari nasi rendang, bakso, kopi, hingga cookies yang dibuat oleh siswa-siswi Special Harmony School. Booth ini menjadi salah satu kesempatan bagi siswa untuk memperkenalkan produk sekaligus menerapkan keterampilan yang mereka pelajari dalam kegiatan sehari-hari.

Melalui kegiatan F&B, siswa tidak hanya belajar menyiapkan produk dan melayani pengunjung, tetapi juga berproses untuk membangun kemandirian. Bagi SHS, keterlibatan siswa di lingkungan baru yang ramai dan penuh stimulasi juga menjadi bagian penting dari proses belajar. 


 

 

Berjalan Bersama dalam Parade Inklusif

Tidak hanya menghadirkan produk, siswa-siswi Special Harmony School juga mengikuti parade bersama anak-anak berkebutuhan khusus dari berbagai institusi lainnya. Parade ini menjadi momen bagi para peserta untuk hadir dan berpartisipasi bersama dalam sebuah acara yang merayakan keberagaman.

 

Tampilkan Hasil Latihan Lewat Percussion

Salah satu penampilan yang turut meramaikan acara ini adalah percussion yang menampilkan nuansa rock and roll, siswa-siswi Vokasional Special Harmony School membawakan lagu “We will rock you” di panggung F&B. 

Penampilan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus mengekspresikan diri melalui musik. Bermain percussion bukan hanya tentang memainkan alat musik, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk mendengarkan, mengikuti irama, memperhatikan giliran, dan bermain bersama. Proses latihan tersebut memberikan pengalaman belajar yang melatih koordinasi serta kerja sama antarsiswa.

 

“Kami percaya anak belajar paling baik lewat pengalaman nyata dan hubungan yang hangat. SPEKIX memberi ruang bagi siswa kami untuk berinteraksi, berkarya, dan merasa diterima di tengah masyarakat,” ujar Yesica Yuliani Clara, M.I.Kom., Founder dan Kepala Sekolah Special Harmony School.

Special Harmony School mengucapkan terima kasih kepada Yayasan SPEKIX Asa Indonesia dan seluruh pihak yang telah mendukung dan menyambut kehadiran SHS.

Yuk, terus dukung ruang yang inklusif bagi setiap anak untuk berkarya dan tumbuh sesuai keunikannya. Ikuti kegiatan siswa-siswi Special Harmony School di Instagram @specialharmonyschool instagram.com/specialharmonyschool/

 
Scroll to Top